Sistem Pemerintahan daerah (SBD)

Administrasi Keuangan Daerah

04
MAY
KONSEP KEUANGAN DAERAH DI INDONESIA

Menurut Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005, keuangan daerah adalah “Semua hak dan kewajiban yang dapat dinilai dengan uang, demikian pula segala sesuatu, baik uang maupun barang yang dijadikan milik daerah berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban daerah tersebut”.

Dari uraian di atas, dapat diambil kata kunci dari keuangan daerah adalah hak dan kewajiban. Hak merupakan hak daerah untuk mencari sumber pendapatan daerah berupa pungutan pajak daerah, retribusi daerah atau sumber penerimaan lain-lain yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan kewajiban adalah kewajiban daerah untuk mengeluarkan uang dalam rangka melaksanakan semua urusan pemerintah di daerah (Mamesah, 1995:5).

Salah satu faktor penting untuk melaksanakan urusan rumah tangga daerah adalah kemampuan keuangan daerah. Dengan kata lain faktor keuangan merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat kemampuan daerah dalam melaksanakan otonomi. Sehubungan dengan pentingnya posisi keuangan daerah ini Pamudji dalam Kaho (2007:138-139) menegaskan:

“Pemerintah daerah tidak akan dapat melaksanakan fungsinya dengan efektif dan efisien tanpa biaya yang cukup untuk memberikan pelayanan dan pembangunan ……… Dan keuangan inilah merupakan dalam satu dasar kriteria untuk mengetahui secara nyata kemampuan daerah dalam mengurus rumah tangganya sendiri”.

Sementara itu, untuk dapat memiliki keuangan yang memadai dengan sendirinya daerah membutuhkan sumber keuangan yang cukup pula. Lains dalam Kaho (2007:139-140) merinci ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh daerah untuk memperoleh keuangannya, antara lain:

1) Daerah dapat mengumpulkan dana dari pajak daerah yang sudah direstui oleh Pemerintah Pusat;

2) Pemerintah daerah dapat melakukan pinjaman dari pihak ketiga, pasar uang atau Bank atau melalui pemerintah pusat;

3) Daerah dapat ikut ambil bagian dalam pendapatan pajak sentral yang dipungut daerah, misalnya sekian persen dari pendapatan sentral tersebut (melalui bagi hasil);

4) Pemerintah daerah dapat menambah tarif pajak setral tertentu; dan

5) Pemerintah daerah dapat menerima bantuan atau subsidi dari Pemerintah Pusat.

Dalam melaksanakan keuangan daerah perlu dibuatkan suatu perencanaan agar seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan dapat dikelola dengan baik. Bentuk perencanaan keuangan daerah inilah yang dikenal dengan istilah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagaimana telah digariskan dalam Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. APBD adalah suatu rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan daerah.

Seperti halnya dalam kebijakan APBN, jika Pemerintah daerah menetapkan bahwa kebijakan anggarannya bersifat ekspansif, artinya APBD akan diprioritaskan untuk menstimulasi perekonomian daerah melalui pengeluaran pembangunan (development budget). Sebaliknya, jika pemerintah daerah menetapkan kebijakan APBD bersifat kontraksi, maka APBD kurang dapat diharapkan untuk menggerakkan perekonomian daerah, karena anggaran pembangunan jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan belanja rutin daerah (Saragih, 2003:82).

Menurut Mamesah (1995:16) APBD sebagai sarana atau alat utama dalam menjalankan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab, karena fungsi APBD adalah sebagai berikut:

1) Menentukan jumlah pajak yang dibebankan kepada rakyat dari daerah yang bersangkutan;

2) Merupakan suatu sarana untuk mewujudkan otonomi;

3) Memberikan isi dan arti tanggung jawab pemerintah daerah umumnya dan kepala daerah khususnya, karena APBD itu menggambarkan seluruh kebijaksanaan pemerintah daerah;

4) Merupakan suatu sarana untuk melaksanakan pengawasan terhadap daerah dengan cara yang lebih mudah dan berhasil guna; dan

5) Merupakan suatu pemberian kuasa kepada kepala daerah dalam batas-batas tertentu.

Pengelolaan keuangan daerah yang berkaitan dengan pelaksanaan desentralisasi diatur secara mendetail dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 (yang kemudian dilengkapi dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007) menyatakan bahwa dalam pelaksanaan desentralisasi daerah, pemerintah daerah berhak menyelenggarakan pengelolaan keuangan daerah, yang komponen-komponennya sebagaimana tertuang dalam struktur APBD antara lain terdiri dari:

A. Pendapatan Daerah

Pendapatan Daerah adalah hak Pemerintah Daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam periode tahun bersangkutan. Pendapatan Daerah bersumber dari:

1. Pendapatan Asli Daerah;

Pendapatan Asli Daerah merupakan modal dasar Pemerintah Daerah dalam mendapatkan dana pembangunan dan memenuhi belanja daerah (Widjaja, 1998:42). Definisi lain seperti dalam Undang-undang No. 32 Tahun 2004, Pendapatan Asli Daerah merupakan penerimaan yang diperoleh dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan Peraturan Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dan tentunya pendapatan tersebut diperoleh dari hasil yang berada dalam wilayahnya sendiri.

Menurut Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004, Sumber PAD antara lain terdiri dari:

1) Hasil pajak daerah, yaitu pungutan yang dilakukan oleh pemerintah Daerah kepada semua obyek pajak, seperti orang/badan, benda bergerak/tidak bergerak;

2) Hasil retribusi daerah, yaitu pungutan yang dilakukan sehubungan dengan suatu jasa/fasilitas yang berlaku oleh Pemerintah Daerah secara langsung dan nyata;

3) Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, antara lain:

a) Bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah/BUMD;

b) Bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik pemerintah/BUMN;

c) Bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik swasta atau kelompok usaha masyarakat;

4) Lain-lain PAD yang sah, antara lain:

a) Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan;

b) Jasa giro;

c) Pendapatan bunga;

d) Penerimaan atas tuntutan ganti kerugian daerah;

e) Penerimaan komisi, potongan ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa oleh daerah;

f) Penerimaan keuntungan dari selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing;

g) Pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan;

h) Pendapatan denda pajak;

i) Pendapatan denda retribusi;

j) Pendapatan hasil eksekusi atas jaminan;

k) Pendapatan dari pengembalian;

l) Fasilitas sosial dan fasilitas umum;

m) Pendapatan dari penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; dan

n) Pendapatan dari angsuran/cicilan penjualan.

Pemberian sumber PAD bagi daerah ini bertujuan untuk memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan potensi Daerah sebagai perwujudan desentralisasi.

Menurut Mahi (2000:58), pendapatan asli daerah belum bisa diandalkan sebagai sumber pembiayaan utama otonomi daerah kabupaten/kota disebabkan oleh beberapa hal berikut.

1) Relatif rendahnya basis pajak/retribusi daerah.

2) Perannya yang tergolong kecil dalam total penerimaan daerah.

3) Kemampuan administrasi pemungutan di daerah masih rendah.

4) Kemampuan perencanaan dan pengawasan keuangan yang lemah.

2. Dana Perimbangan;

Dana Perimbangan dikeluarkan bertujuan untuk mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah dan antar-Pemerintah Daerah. Pasal 10, UU No. 33 Tahun 2004 mengatur tentang Dana Perimbangan yang setiap tahun ditetapkan untuk menjadi hak Pemerintah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota terdiri dari:

1) Dana Bagi Hasil, bagian Daerah bersumber dari penerimaan pajak dan penerimaan dari sumber daya alam;

a) Dana Bagi Hasil Pajak yang bersumber dari:

– Pajak Bumi dan Bangunan (PBB);

– Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB);

– Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21.

b) Dana Bagi Hasil Bukan Pajak yang bersumber dari sumber daya alam, berasal dari:

– kehutanan;

– pertambangan umum;

– perikanan;

– pertambangan minyak bumi;

– pertambangan gas bumi; dan

– pertambangan panas bumi.

Pembagian Dana Bagi Hasil dibagi menurut persentase yang berbeda-beda pada setiap sumber Dana Bagi Hasil yang diatur dalam pasal 12 sampai dengan pasal 21.

2) Dana Alokasi Umum;

Besarnya Persentasi Dana Alokasi Umum (DAU) ditetapkan sekurang-kurangnya 26% dari Pendapatan Dalam Negeri Neto yang ditetapkan dalam APBN. DAU tersebut dibagi atas dasar celah fiskal dan alokasi dasar. Celah fiskal adalah kebutuhan fiskal dikurangi dengan kapasitas fiskal Daerah. Alokasi dasar dihitung berdasarkan jumlah gaji Pegawai Negeri Sipil Daerah.

3) Dana Alokasi Khusus.

Besaran Dana Alokasi Khusus (DAK) ditetapkan setiap tahun dalam APBN. DAK dialokasikan kepada Daerah tertentu untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Daerah. Pemerintah menetapkan kriteria DAK yang meliputi kriteria umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis. Kriteria umum ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan Keuangan Daerah dalam APBD. Kriteria khusus ditetapkan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan karakteristik Daerah. Kriteria teknis ditetapkan oleh kementerian negara/departemen teknis.

3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah

Kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah bertujuan memberi peluang kepada Daerah untuk memperoleh pendapatan selain Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah. Lain-lain pendapatan daerah yang sah ini terdiri atas:

1) Hibah, adalah penerimaan daerah yang berasal dari pemerintah negara asing, badan/lembaga asing, badan/lembaga internasional, badan/lembaga dalam negeri/perorangan, baik dalam bentuk devisa, rupiah, maupun barang dan/atau jasa termasuk tenaga ahli dan pelatihan yang tidak perlu dibayar kembali dan bersifat tidak mengikat.

2) Dana darurat dari pemerintah dalam rangka penanggulangan korban/kerusakan akibat bencana alam.

3) Dana bagi hasil pajak dari provinsi kepada kabupaten/kota.

4) Dana penyesuaian dan dana otonomi khusus yang ditetapkan oleh pemerintah.

5) Bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya.

B. Belanja

Belanja daerah meliputi semua pengeluaran dari rekening kas umum daerah yang mengurangi ekuitas dana, dan merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh daerah.

Klasifikasi belanja menurut urusan pemerintahan terdiri atas belanja urusan wajib dan belanja urusan pilihan. Klasifikasi belanja menurut urusan wajib mencakup:

1) Pendidikan;

2) Kesehatan;

3) Pekerjaan umum;

4) Perumahan rakyat;

5) Penataan ruang;

6) Perencanaan pembangunan;

7) Perhubungan;

8) Lingkungan hidup;

9) Pertanahan;

10) Kependudukan dan catatan sipil;

11) Pemberdayaan perempuan;

12) Keluarga berencana dan keluarga sejahtera;

13) Sosial;

14) Tenaga kerja;

15) Koperasi dan usaha kecil menengah;

16) Penanaman modal;

17) Kebudayaan;

18) Pemuda dan oleh raga;

19) Kesatuan bangsa dan politik dalam negeri;

20) Pemerintahan umum;

21) Kepegawaian;

22) Pemberdayaan masyarakat dan desa;

23) Statistik;

24) Arsip; dan

25) Komunikasi dan informatika.

Klasifikasi belanja menurut urusan pilihan mencakup:

1) Pertanian;

2) Kehutanan;

3) Energi dan sumber daya mineral;

4) Pariwisata;

5) Kelautan dan perikanan;

6) Perdagangan;

7) Perindustrian; dan

8) Transmigrasi.

Klasifikasi belanja menurut organisasi disesuaikan dengan susunan organisasi pada masing-masing pemerintah daerah dan klasifikasi belanja menurut program dan kegiatan disesuaikan dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Sedangkan belanja menurut kelompok belanja, terdiri dari:

1) Belanja tidak langsung. Kelompok belanja tidak langsung ini tidak terkait langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Kelompok belanja tidak langsung terbagi menurut jenis belanja yang terdiri dari:

a) Belanja pegawai;

b) Bunga;

c) Subsidi;

d) Hibah;

e) Bantuan sosial;

f) Belanja bagi hasil;

g) Bantuan keuangan; dan

h) Belanja tidak terduga.

2) Belanja langsung. Kelompok belanja langsung merupakan belanja yang terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Kelompok belanja langsung dari suatu kegiatan dibagi menurut jenis belanja yang terdiri atas:

a) Belanja pegawai;

b) Belanja barang dan jasa; dan

c) Belanja modal.

C. Pembiayaan

Pembiayaan daerah adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya. Pembiayaan daerah meliputi semua transaksi keuangan untuk menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus.

Apabila APBD diperkirakan surplus diutamakan untuk membayar pokok utang, penyertaan modal (investasi) daerah, pemberian pinjaman kepada pemerintah pusat/pemerintah daerah lain, dan/atau pendanaan belanja peningkatan jaminan sosial. Sementara itu, jika APBD diperkirakan defisit maka ditetapkan pembiayaan untuk menutup defisit tersebut yang diantaranya dapat bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya, pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman, dan penerimaan kembali pemberian pinjaman atau penerimaan piutang.

Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan mencakup:

1) Sisa lebih perhitungan anggaran Daerah;

2) Penerimaan pinjaman Daerah;

Pinjaman Daerah bertujuan memperoleh sumber pembiayaan dalam rangka penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah. Pinjaman Daerah bersumber dari:

a) Pemerintah;

b) Pemerintah Daerah lain;

c) Lembaga keuangan bank;

d) Lembaga keuangan bukan bank; dan

e) Masyarakat berupa Obligasi Daerah.

3) Penerimaan kembali pemberian pinjaman;

4) Pencairan dana cadangan daerah;

5) Penerimaan piutang; dan

6) Hasil penjualan kekayaan Daerah yang dipisahkan.

Sedangkan pengeluaran pembiayaan mencakup:

1) Pembentukan dana cadangan;

2) Penanaman modal (investasi) pemerintah daerah;

3) Pembayaran pokok utang; dan

4) Pemberian pinjaman daerah.

Menurut Saragih (2003:82), apapun komposisi dari APBD suatu daerah tentu harus disesuaikan dengan perkembangan keuangan pemerintah daerah yang bersangkutan. Setiap daerah tidak harus memaksakan diri untuk menggenjot pengeluaran tanpa diimbangi dengan kemampuan pendapatannya, khususnya kapasitas PAD. Dikhawatirkan jika pemerintah daerah menetapkan kebijakan defisit pada APBD-nya, maka sumber pembiayaan untuk menutupi sebagian atau seluruh defisit anggaran berasal dari pinjaman atau utang.

Oleh sebab itu, masih menurut Saragih (2003:82), yang lebih aman adalah tidak mendesain anggaran daerah yang ekspansif tanpa diimbangi dengan kemampuan pendapatannya. Bisa-bisa keuangan pemerintah daerah bangkrut hanya karena mengikuti ambisi untuk menggenjot pengeluaran, baik rutin maupun pembangunan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan struktur APBD yang baik adalah dengan memperkecil (didasari efisiensi dan efektivitas) belanja rutin daerah pada pos-pos yang tidak perlu dan mendesak. Hal inilah yang mendorong perubahan paradigma penganggaran dari yang berbasis line item (tradisional) ke arah penganggaran berbasis kinerja. Artinya, penganggaran berbais kinerja ini melihat penilaian kinerja lembaga berdasarkan besarnya dana yang terserap dari suatu program atau kegiatan. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dapat menghasilkan (yield) nilai tambah bagi perekonomian daerah atau kemakmuran masyarakat yang diindikasikan melalui target yang bersifat kuantitatif. Selanjutnya dalam proses penganggarannya, sistem ini juga menghendaki dipertimbangkannya beberapa fungsi, yakni fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi.

DESENTRALISASI FISKAL

Otonomi daerah dan termasuk di dalamnya desentralisasi fiskal mengharuskan daerah mempunyai kemandirian keuangan yang tinggi. Beberapa daerah dengan sumber daya yang dimiliki mampu menyelenggarakan otonomi daerah, namun tidak tertutup kemungkinan ada beberapa daerah akan menghadapi kesulitan dalam menyelenggarakan tugas desentralisasi, mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki (Bappenas, 2003:1).

Menurut Saragih (2003:83), yang dimaksud dengan desentralisasi fiskal adalah suatu proses distribusi anggaran dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi kepada pemerintahan yang lebih rendah, untuk mendukung fungsi atau tugas pemerintahan dan pelayanan publik, sesuai dengan banyaknya kewenangan bidang pemerintahan yang dilimpahkan. Dan dalam pelaksanaannya, prinsip money should follow function merupakan salah satu prinsip yang harus diperhatikan dan dilaksanakan.

Desentralisasi Fiskal dalam otonomi daerah ditujukan untuk menciptakan kemandirian daerah. Sidik (2002:1) menyatakan bahwa dalam era ini, pemerintah daerah diharapkan mampu menggali dan mengoptimalkan potensi (keuangan lokal), khususnya pendapatan asli daerah. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah pusat mengingat ketergantungan semacam ini akan mengurangi kreatifitas lokal untuk mengambil kebijakan terkait dengan penerimaan lokal yang lebih efisien.

Menurut Sidik (2002:2), ada tiga sumber daya yang harus mampu dikelola oleh pemerintah daerah guna mencapai tujuan yang telah ditentukan, yakni pengelolaan atas pegawai, keuangan, dan kelembagaan. Kemampuan pemerintah daerah untuk menyediakan layanan publik dan menjalankan pembangunan sangat tergantung pada kemampuan keuangannya. Tanpa uang, pemerintah daerah tidak dapat membayar pegawai, perlengkapan dan peralatan, serta berbagai kontrak penyediaan layanan lokal, dan lain sebagainya. Desentralisasi fiskal dan devolusi tampak sebagai dua sisi yang berbeda dari satu koin mata uang yang sama sehingga desentralisasi fiskal menuntut adanya devolusi, dan begitu pula sebaliknya.

Menurut Muluk (2005), desentralisasi fiskal pada dasarnya berkaitan dengan dua hal pokok, yakni kemandirian daerah dalam memutuskan pengeluaran guna menyelenggarakan layanan publik dan pembangunan, dan kemandirian daerah dalam memperoleh pendapatan untuk membiayai pengeluaran tersebut. Selain persoalan desentralisasi fiskal, daerah pada dasarnya juga menghadapi persoalan internal yang menyangkut kesanggupan daerah mengelola keuangan daerahnya berdasarkan prinsip 5E, yakni: efficient, effective, economic, equal, excellent.

POTENSI FISKAL DAERAH

Potensi fiskal merupakan kemampuan daerah dalam menghimpun dana melalui sumber-sumber yang sah. Potensi fiskal daerah tercermin dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meliputi pajak daerah, retribusi daerah, laba BUMD, dan lain-lain pendapatan yang sah. Salah satu wujud desentralisasi fiskal adalah pemberian sumber-sumber penerimaan bagi daerah yang dapat digali dan digunakan sendiri sesuai potensinya masing-masing (Firmansyah, 2006:41).

Menurut Halim, (2002:320) upaya peningkatan pendapatan daerah tidak terlepas dari 2 (dua) hal pokok, yaitu:

A. Potensi sumber-sumber PAD, terdiri dari:

1. Potensi sumber daya alam

Potensi sumber daya alam adalah kekayaan alam yang dimiliki atau ditemukan di daerah yang pengelolaanya dikuasai oleh daerah. Sumber daya alam terdiri dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sumber daya alam yang dapat diperbaharui, dan sumber daya alam yang dapat pulih. Secara teoritis, sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui akan berkurang potensinya sesuai jumlah penggalian dan pengolahannya yang pada gilirannya cepat lambat potensinya akan habis. Contohnya bahan tambang galian golongan C.

Yang patut diperhatikan adalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui, yang mana sangat memerlukan sebuah kebijakan dalam pemanfaatannya. Bila dimanfaatkan secara benar akan memberikan keuntungan pada masa sekarang dan yang akan datang. Pemanfaatannya harus disertakan dengan konservasi atau pelestarian, terutama melalui usaha budidaya. Contohnya adalah sumber daya hasil hutan, perkebunan, pertanian, peternakan dan perikanan.

Selanjutnya sumber daya alam yang dapat pulih adalah sumber daya alam yang potensinya dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan atau musim. Contohnya adalah potensi air bawah tanah dan air permukaan. Pada musim kemarau, potensinya dapat menyusut karena berbagai sifat seperti pengeboran, penguapan atau perembesan. Khusus bagi sumber daya alam kelompok ini yang patut diperhatikan adalah menghindari terjadinya pencemaran.

2. Potensi sumber daya manusia

Potensi sumber daya manusia dapat dilihat dari kuantitas maupun kualitasnya. Kualitas sumber daya manusia tercermin dari jumlah penduduk secara kuantitas SDM cukup besar, namun dilihat dari kualitasnya relatif masih rendah. Kualitas SDM yang masih rendah ini diukur dari tingkat pendidikan (angka melek huruf dan lama sekolah) dan derajat kesehatannya (usia harapan hidup), serta daya beli masyarakat. Dewasa ini, ukuran yang digunakan untuk menentukan kualitas SDM diantaranya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI).

3. Potensi sumber daya buatan

Potensi sumber daya buatan adalah seluruh hasil karya manusia dalam wujud fisik, seperti prasarana dan sarana produksi, perhubungan (transportasi dan komunikasi), bangunan/gedung dan lain-lain. Hampir seluruh potensi sumber daya buatan yang dibangun oleh Pemerintah, swasta maupun masyarakat merupakan potensi daerah yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan asli daerah. Potensi jenis ini tampaknya relatif lebih mudah untuk dikembangkan karena potensinya dapat dijadikan objek pajak daerah ataupun retribusi daerah.

4. Potensi sumber daya kelembagaan

Yang dimaksud sumber daya kelembagaan adalah hasil karya manusia non-fisik berupa organisasi pemerintahan, kemasyarakatan, perusahaan, peraturan perundang-undangan maupun nilai-nilai yang menjadi pedoman masyarakat dalam berperilaku.

Keberadaan sumber daya kelembagaan ini tidak dapat diabaikan dalam kaitannya dengan upaya peningkatan PAD, sebab sumber daya kelembagaan inilah yang dapat melaksanakan operasional kegiatan untuk meningkatkan PAD tersebut. Di sini sistem manajemen pemerintahan, khususnya yang menangani tentang keuangan daerah sangat penting dalam melaksanakan dan menopang penggalian sumber-sumber keuangan maupun pemanfaatannya.

Dalam hal ini, peranan organisasi pengelola dinilai sangat penting. Sebagai organisasi pengelola PAD adalah Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) yang secara khusus dan bersama-sama instansi terkait bertugas untuk melakukan pendataan, penagihan, dan penyetoran PAD. Dipenda sebagai organisasi pengelola PAD mempunyai tugas antara lain meningkatkan PAD.

B. Faktor-faktor pendukung

Potensi sumber-sumber PAD adalah seluruh obyek yang dapat memberikan kontribusi terhadap jumlah PAD. Sementara faktor pendukungnya adalah kemampuan penyelenggara administrasinya. Ukuran yang dapat digunakan untuk pengukuran perekonomian daerah adalah rata-rata pendapatan per-kapita atau rata-rata daya beli penduduk di daerah tersebut. Dengan kata lain tergantung tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Faktor pendukung yang lain adalah:

1) Letak geografis wilayah;

2) Kesuburan tanah;

3) Kekayaan hasil-hasil tambang;

4) Jumlah penduduk; dan

5) Usaha-usaha ekonomi produktif sebagai lapangan kerja dan berusaha.

Republik Korea (bahasa Korea: Daehan Minguk (Hangul: 대한민국; Hanja: 大韓民國); bahasa Inggris: Republic of Korea/ROK) biasanya dikenal sebagai Korea Selatan, adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Laut Kuning di sebelah barat, Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut “Laut Timur” oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara.[2] Negara ini dikenal dengan nama Hanguk (한국; 韓國).[3] oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (남조선; 南朝鮮; “Chosŏn Selatan”) di Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울).
Penemuan arkeologis menunjukkan bahwa Semenanjung Korea telah didiami sejak Masa Paleolitik Awal.[4][5] Sejarah Korea dimulai dari pembentukan Gojoseon pada 2333 SM. oleh Dan-gun. Setelah unifikasi Tiga Kerajaan Korea dibawah Silla pada 668 M, Korea menjadi satu dibawah Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon hingga akhir Kekaisaran Han Raya pada 1910 karena dianeksasi oleh Jepang. Setelah liberalisasi dan pendudukan oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II, Wilayah Korea akhirnya dibagi menjadi Korea Utara dan Korea Selatan.
Sejarahnya :
Korea dimulai dengan pembentukan Joseon (atau lebih sering disebut dengan Gojoseon untuk menhindari persamaan nama dengan Dinasti Joseon pada abad ke 14) pada 2333 SM oleh Dangun.[6] Gojoseon berkembang hingga bagian utara Korea dan Manchuria. Setelah beberapa kali berperang dengan Dinasti Han Gojoseon mulai berdisintegrasi.

Peta Tiga Kerajaan Korea pada akhir abad ke-5
Dinasti Buyeo, Okjeo, Dongye dan konfederasi Samhan menduduki Semenanjung Korea dan Manchuria Selatan.[7] Goguryeo, Baekje, and Silla berkembang mengatur Tanjung Korea yang dikenal dengan Tiga Kerajaan Korea. Untuk pertama kalinya Semenanjung Korea berhasil disatukan oleh Silla pada tahun 676 menjadi Silla Bersatu. Para pelarian Goguryeo yang selamat mendirikan sebuah kerajaan lain di sisi timur laut semenanjung Korea, yakni Balhae. Hubungan antara Korea dan China berjalan dengan baik pada masa Dinasti Silla. Kerajaan ini runtuh akibat adanya kerusuhan dan konflik yang terjadi di dalam negeri pada abad ke 10, Kerajaan Silla jatuh dan menyerah kepada dinasti Goryeo pada tahun 935.[8]
Silla Bersatu akhirnya runtuh di akhir abad ke-9, yang juga mengakhiri masa kekuasaan Tiga Kerajaan. Kerajaan yang baru, Goryeo, mulai mendominasi Semenanjung Korea.[8] Kerajaan Balhae runtuh tahun 926 karena serangan bangsa Khitan[9] dan sebagian besar penduduk serta pemimpinnya, Dae Gwang hyun, mengungsi ke Dinasti Goryeo. Tahun 993 sampai 1019 suku Khitan dari Dinasti Liao meyerbu Goryeo, tapi berhasil dipukul mundur. Kemudian pada tahun 1238, Goryeo kembali diserbu pasukan Mongol dan setelah mengalami perang hampir 30 tahun, dua pihak akhirnya melakukan perjanjian damai.[10]

Pada tahun 1392, Taejo dari Joseon mendirikan Dinasti Joseon setelah menumbangkan Goryeo. Raja Sejong (1418-1450) mengumumkan penciptaan abjad Hangeul.[11] Antara 1592-1598, dalam Perang Imjin, Jepang menginvasi Semenanjung Korea, tapi dapat dipatahkan oleh prajurit pimpinan Admiral Yi Sun-shin.[12] Lalu pada tahun 1620-an sampai 1630-an Dinasti Joseon kembali menderita serangan dari (Dinasti Qing).
Pada awal tahun 1870-an, Jepang kembali berusaha merebut Korea yang berada dalam pengaruh Cina. Pada tahun 1895, Maharani Myeongseong dibunuh oleh mata-mata Jepang.[13] Pada tahun 1905, Jepang memaksa Korea untuk menandatangani Perjanjian Eulsa yang menjadikan Korea sebagai protektorat Jepang dan pada 1910 Jepang mulai menjajah Korea.[14] Perjuangan rakyat Korea terhadap penjajahan Jepang dimanifestasikan dalam Pergerakan 1 Maret dengan tanpa kekerasan. Pergerakan kemerdekaan Korea yang dilakukan Pemerintahan Provisional Republik Korea lebih banyak aktif di luar Korea seperti di Manchuria, Cina dan Siberia.
Dengan menyerahnya Jepang pada tahun 1945,[15] PBB membuat rencana administrasi bersama Uni Soviet dan Amerika Serikat, namun rencana tersebut tidak terlaksana. Pada tahun 1948, pemerintahan baru terbentuk: Korea demokratik (Korea Selatan) dan komunis (Korea Utara) yang dibagi oleh garis lintang 38 derajat. Pada 1950, Korea Utara menginvasi Korea Selatan yang dikenal dengan nama Perang Korea.
Pemerintahannya :
Korea Selatan adalah negara republik.Seperti pada negara-negara demokrasi lainnya,Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian: eksekutif, yudikatif dan legislatif.Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan dewan perwakilan. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan.
Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun.Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup.
Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih.
Kota Istimewa/Khusus
Kota Istimewa/Khusus Seoul (Seoul Teukbyeolsi; 서울특별시; –特別市)

Pembagian administratif Korea Selatan.

Kota Metropolitan

Kota Metropolitan Busan (Busan Gwangyeoksi; 부산광역시; 釜山廣域市)
Kota Metropolitan Daegu (Daegu Gwangyeoksi; 대구광역시; 大邱廣域市)
Kota Metropolitan Incheon (Incheon Gwangyeoksi; 인천광역시; 仁川廣域市)
Kota Metropolitan Gwangju (Gwangju Gwangyeoksi; 광주광역시; 光州廣域市)
Kota Metropolitan Daejeon (Daejeon Gwangyeoksi; 대전광역시; 大田廣域市)
Kota Metropolitan Ulsan (Ulsan Gwangyeoksi; 울산광역시; 蔚山廣域市)
Provinsi
Provinsi Gyeonggi (Gyeonggi-do; 경기도; 京畿道)
Provinsi Gangwon (Gangwon-do; 강원도; 江原道)
Provinsi Chungcheong Utara (Chungcheongbuk-do; 충청북도; 忠淸北道)
Provinsi Chungcheong Selatan (Chungcheongnam-do; 충청남도; 忠淸南道)
Provinsi Jeolla Utara (Jeollabuk-do; 전라 북도; 全羅北道)
Provinsi Jeolla Selatan (Jeollanam-do; 전라 남도; 全羅南道)
Provinsi Gyeongsang Utara (Gyeongsangbuk-do; 경상 북도; 慶尙北道)
Provinsi Gyeongsang Selatan (Gyeongsangnam-do; 경상 남도; 慶尙南道)
Provinsi Jeju (Jeju-do; 제주도; 濟州道)
[sunting]Geografi dan Iklim

Topografi Korea Selatan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Geografi Korea Selatan
Luas Korea Selatan adalah 99.274 km2,[22] lebih kecil dibanding Korea Utara. Keadaan topografinya sebagian besar berbukit dan tidak rata.[23] Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan sungai Naktong. Sementara wilayah barat merupakan bagian rendah yang terdiri dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah barat dan selatan yang terdapat banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik seperti Incheon, Yeosu, Gimhae, dan Busan.[24]
Korea Selatan memiliki sekitar 3.000 pulau,[25] sebagian besar adalah pulau kecil dan tidak berpenghuni. Pulau – pulau ini tersebar dari barat hingga selatan Korea Selatan. Pulau Jeju yang terletak sekitar 100 kilometer di bagian selatan Korea Selatan adalah pulau terbesar dengan luas area 1.845 km2. Gunung Halla adalah gunung berapi tertinggi sekaligus sebagai titik tertinggi di Korea Selatan yang terletak di Pulau Jeju.[26] Pulau yang terletak di wilayah paling timur Korea Selatan adalah Uileungdo dan Batu Liancourt sementara Marado dan Batu Socotra merupakan pulau yang berada paling selatan di wilayah Korea Selatan.[24]
Iklim Korea selatan dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan memiliki 4 musim. Musim panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa mencapai temperatur 40 derajat celcius (di kota Daegu), yang ditandai dengan datangnya musim hujan yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di seluruh bagian semenanjung. Sementara temperatur musim dinginnya rata-rata dapat jatuh pada suhu sejauh minus 10 derajat celcius di beberapa propinsi. Korea Selatan juga rentan akan serangan angin taifun yang menerjang selama bulan musim panas dan musim gugur. Beberapa tahun belakangan ini Korea selatan juga sering dilanda badai pasir kuning yang dibawa dari gurun gobi di Cina yang juga melanda Jepang dan sejauh Amerika Serikat.
Ekonomi

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ekonomi Korea Selatan
Korea Selatan memiliki ekonomi pasar dan menempat urutan kelima belas berdasarkan PDB. Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur,[27] Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau, nilai ekspornya merupakan terbesar kedelapan di dunia.[28] Sementara, nilai impornya terbesar kesebelas.[29]
Kesuksesan ekonomi Korea Selatan dicapai pada akhir 1980-an ketika PDB berkembang dari rata – rata 8% per tahun (US$2,7 milyar) pada tahun 1962[30] menjadi US$230 milyar pada 1989[31] Jumlah ini kira – kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi – ekonomi menengah di Uni Eropa. Kemajuan ekonomi ini dikenal dengan nama Keajaiban di Sungai Han.
Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin. Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena perlambatan ekonomi dunia, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, ekonomi Korea Selatan mulai bangkit pada 2002 dengan pertumbuhan sebesar 5,8%. Jumlah penduduk dibawah garis kemiskinan sebesar 15% pada tahun 2003. Indeks gini menunjukkan perbaikan, dari angka 35.8 menjadi 31.3 pada tahun 2007.Nilai investasinya sebesar 29.3% dari PDB dan menempati urutan ke dua puluh satu.
Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi,semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga menempati peringkat ke tiga puluh enam dalam hal tingkat pengangguran, kesembilan belas dalam Indeks Kemudahan Berbisnisdan ketiga puluh satu dari 179 negara dalam Indeks Kebebasan Ekonomi berdasarkan data tahun 2010.
Korea Selatan yang dianggap tidak stabil pada 1960-an, saat ini telah berubah menjadi negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun.
Ekspor bergerak dalam bidang semi konduktor, peralatan telekomunikasi nirkabel, kendaraan bermotor, komputer, baja, kapal dan petrokimia dengan mitra ekspor utama RRC 21.5%, Amerika Serikat 10.9%, Jepang 6.6% dan Hong Kong 4.6% [33]. Korea Selatan mengimpor plastik, elektronik dan peralatannya, minyak, baja dan bahan kimia organik dari RRC 17.7%, Jepang 14%, Amerika Serikat 8.9%, Arab Saudi 7.8%, Uni Emirat Arab 4.4% dan Australia 4.1%.[33]
Jumlah tenaga kerja berada di peringkat kedua puluh lima dunia [33]
Perusahaan Samsung Electronics adalah perusahaan elektronik terbesar di dunia[37]
Ekonomi Korea Selatan dipimpin oleh konglomerat besar yang dikenal dengan sebutan chaebol. Beberapa chaebol yang terbesar antara lain: Samsung Electronics, POSCO, Hyundai Motor Company, KB Financial Group, Korea Electric Company, Samsung Life Insurance, Shinhan Financial Group, LG Electronics, Hyundai dan LG Chem

Transportasi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Transportasi Korea Selatan
Transportasi di Korea Selatan terdiri dari kereta api, bus, kapal ferry dan penerbangan udara. Jalur kereta api terdiri dari subway yang berada di enam kota: Seoul, Busan, Daegu, Gwangju, Daejon dan Incheon. Operator kereta api Korail menyediakan pelayanan kereta api hampir keseluruh kota besar di Korea Selatan.
Korea Selatan memiliki 103 bandar udara dengan Bandar Udara Internasional Incheon sebagai bandar terbesar. Bandar udara Incheon pernah dinobatkan sebagai bandar udara terbaik di dunia oleh Airport Council International.[40][41] Bandar udara internasional lainnya yang terdapat di Korea Selatan antara lain berada di Gimpo, Busan dan Jeju.
Maskapai penerbangan nasional Korean Air dibentuk pada tahun 1962, melayani 21.640.000 penumpang dengan 12.490.000 penumpang internasional.[42] Asiana Airlines, dibentuk pada tahun 1988, melayani penerbangan domestik dan internasional. Penerbangan lain seperti Hansung Airlines dan Jeju Air melayani penerbangan domestik dengan harga yang lebih murah.
Ilmu Pengetahuan & Teknologi

Android EveR3 dalam baju hanbok
Perkembangan IPTEK di Korea Selatan awalnya tidak berkembang dengan baik karena masalah pembagian korea dan Perang Korea yang terjadi setelah masa kemerdekaan. Kemajuan IPTEK mulai dirasakan pada tahun 1960an ketika pemerintahan diktator Park Chung-hee dimana ekonomi Korea Selatan melaju pesat.
Robotik telah menjadi riset dan pengembangan yang utama di Korea Selatan sejak 2003.[43] Pada 2009, pemerintah mengumumkan rencana untuk membangun taman tematik robot di Incheon dan Masan dengan dana pemerintah maupun swasta.[44] Pada 2005, Institut Ilmu Pengetahuan dan teknologi Korea Selatan mengembangkan robot humanoid kedua di dunia yang mampu berjalan. Institut Teknologi Industri Korea juga berhasil mengembangkan android Korea yang pertama, EveR-1 pada Mei 2006.[45]
[sunting]Hubungan luar negeri.

Hubungan luar negeri Korea Selatan

Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, dengan mantan Presiden AS George W. Bush.
Korea Selatan melakukan hubungan diplomatik lebih dari 188 negara. Korea Selatan juga tergabung dalam PBB sejak tahun 1991,[46] bersamaan dengan bergabungnya Korea Utara. Pada 1 Januari 2007, Menteri Luar Negeri Korea Selatan pada saat itu, Ban Ki-moon resmi menjadi Sekretaris Jenderal PBB menggantikan Kofi Annan. Selain itu, Korea Selatan juga menjadi mitra stratergis ASEAN sebagai anggota Asean Plus 3 dan aktif dalam forum ekonomi dunia lainnya seperti G-20, APEC dan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur.
Korea Selatan menjalin hubungan erat dengan RRC, terutama sejak Korea Selatan memutuskan hubungan dengan Republik Cina.[47] Uni Eropa menjadi mitra penting perdagangan Korea Selatan dan menjadi tujuan utama ekspor Korea Selatan. [48] Hubungan diplomatik dengan Jepang tidak pernah dicatatkan secara formal sejak Perang Dunia II, namun Traktat Hubungan Dasar antara Jepang dan Korea Selatan yang ditandatangani tahun 1965 menjadi dasar utama hubungan kedua negara. Korea Selatan dan Jepang mengalami persengketaan mengenai masalah Batu Liancourt,[49] namun secara administratif, kepulauan ini dimiliki oleh Korea Selatan karena Pengawal Pantai Korea Selatan bermarkas di pulau ini.[50]
Invasi serta ketegangan dengan Korea Utara telah mendorong Korea Selatan mengalokasikan 2.6% dari PDB dan 15% dari pengeluaran pemerintah untuk pembiayaan militer serta mewajibkan seluruh pria untuk mengikuti wajib militer. Jumlah tentara aktif Korea Selatan menempati urutan keenam terbesar di dunia,[51] urutan kedua dalam jumlah tentara cadangan dan sebelas besar dalam urusan anggaran pertahanan.
Pasukan militer Korea Selatan terdiri atas Angkatan Darat (ROKA), Angkatan Laut (ROKN) dan Korps marinir (ROKMC).[52] Angkatan bersenjata ini kebanyakan berkonsentrasi di daerah perbatasan Zona Demiliterisasi Korea. Seluruh pria Korea Selatan diwajibkan secara konstitusi untuk mengikuti wajib militer, umumnya untuk masa dua tahun.
[sunting]Pendidikan

Kelas dengan U-learning. Para siswa belajar dengan menggunakan e-book
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pendidikan di Korea Selatan
Pendidikan di Korea Selatan dibagi dalam beberapa bagian seperti pada umumnya di negara lain: kelompok bermain, sekolah dasar , pendidikan menengah, dan sekolah tinggi/universitas. Berdasarkan hasil penelitian 2006 tentang Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD, Korea Selatan menempati urutan pertama dalam pemecahan masalah, urutan ketiga dalam matematika dan urutan kesebelas pada bidang sains.[53] Teknologi pada pendidikan di Korea juga dikembangkan hingga keseluruh daratan Korea dengan membuat jaringan akses internet berkecepatan tinggi di sekolah dasar dan lanjutan.[54] Pemerintah Korea melalui Kementerian Pendidikan juga memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang berasal dari luar Korea hingga mencapai 100.000 siswa per tahun.[55]
[sunting]Budaya

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Budaya Korea Selatan dan Budaya Korea
Korea Selatan dan Korea Utara memiliki kebudayaan yang sama, namun sejak Pembagian Korea pada tahun 1945, masing – masing negara mengembangkan bentuk kebudayaan kontemporer yang berlainan bentuk. Secara historis, kebudayaan Korea dipengaruhi oleh RRC, namun Korea mampu mengembangkan identitas budaya yang unik dan berbeda.[56] Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan aktif dalam mendorong budaya tradisional dalam bentuk modern lewat pembiayaan dan program – program edukasi.[57]
[sunting]Musik kontemporer, film dan televisi
Untuk detail lebih lanjut tentang topik ini, lihat Hallyu.
Hingga tahun 1990an, trot dan ballad adalah musik populer yang mendominasi Korea Selatan. Bergabungnya grup rap Seo Taiji and Boys pada 1992 menandai perubahan besar dalam dunia musik Korea Selatan yang dikenal dengan istilah K-Pop, grup ini mencampurkan elemen genre musik populer seperti rap, rock dan techno ke dalam musik mereka.[58]
Sejak kesuksesan film Shiri pada tahun 1999, Film Korea mulai mendapatkan apresiasi secara internasional. Film lokal mulai mendominasi pasar terutama sejak pemberlakuan kuota yang mewajibkan bioskop untuk menampilkan film – film Korea paling sedikit 73 hari dalam satu tahun.[59]
[sunting]Demografi

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Demografi Korea Selatan
Korea Selatan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sekitar 487,7 jiwa/km².[60] Jumlah ini sepuluh kali lebih banyak daripada rata – rata dunia. Kebanyakan penduduk hidup di daerah perkotaan karena migrasi besar – besaran dari pedesaan selama ekspansi ekonomi yang pesat pada tahun 1970, 1980 dan 1990.[61] Pada tahun 2005, Seoul merupakan kota terpadat di Korea Selatan dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa[62] disusul oleh Busan (3,4 juta jiwa), Incheon (2,4 juta jiwa), Daegu (2,3 juta), Daejeon (1,4 juta), Gwangju (1,4 juta) dan Suwon (1 juta).[62]
Pada tahun 2008, tingkat kelahiran per tahun sebesar 9 kelahiran dari 1.000 orang.angka ini merupakan yang terendah di dunia sedangkan harapan hidup rata – rata sebesar 79,10 tahun[63] yang merupakan tertinggi keempat puluh di dunia.[64]
[sunting]Agama
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama di Korea Selatan
Keagamaan Korea Selatan
agama persen
Atheisme

41.5%
Buddha

25.8%
Protestan

18.3%
Katolik Roma

Berdasarkan penelusuran kami pada situs resmi Ministry of Justice Republic of Korea, agar diperbolehkan menikah dengan orang asing, laki-laki Warga Negara Korea Selatan harus mengikuti international marriage guidance program terlebih dahulu di Kantor Imigrasi yang tersebar di 14 wilayah Korea Selatan setiap hari Rabu.

Selanjutnya, ketika WNI yang menikah di luar negeri kembali ke Indonesia, surat bukti perkawinan tersebut harus didaftarkan ke Kantor Pencatatan Perkawinan dalam waktu paling lama 1 tahun sejak kembali ke Indonesia. Selain itu, sesuai Pasal 70 Perpres No. 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (“Perpres 25/2008”), perkawinan yang dilakukan di luar Indonesia, dicatatkan ke instansi yang berwenang di negara tersebut (Republik Korea Selatan).

Sebelum dicatatkan di Indonesia, perkawinan tersebut harus dilaporkan kepada Perwakilan Republik Indonesia di negara setempat dengan memenuhi syarat berupa fotokopi:
a) bukti pencatatan perkawinan/akta perkawinan dari negara setempat;
b) Paspor Republik Indonesia; dan/atau
c) KTP suami / isteri bagi penduduk Indonesia.
(lihat Pasal 70 ayat [2] Perpres 25/2008).
Lebih jauh simak artikel Menikah Siri di Taiwan, Bagaimana Prosedur Mensahkannya di Indonesia?

Sedangkan jika perkawinan dilangsungkan di Indonesia, sesuai Pasal 59 ayat (2) UU Perkawinan, perkawinan campuran yang dilangsungkan di Indonesia dilakukan menurut Undang-undang Perkawinan (lihat syarat sahnya perkawinan di Pasal 2 UU Perkawinan).

Jadi, perkawinan Saudari bisa dilaksanakan di Indonesia, boleh juga dilaksanakan di Korea Selatan. Apabila dilaksanakan di Korea Selatan, setelah perkawinan diselenggarakan maka prosedur pelaporan harus dilaksanakan agar perkawinan tersebut diketahui dan diakui oleh Pemerintah Indonesia.

2. Mengenai mana yang lebih baik antara menikah di Korea lalu disahkan di Indonesia atau sebaliknya, kami mengembalikan keputusan kepada Anda.

3. Agar tidak menjadi imigran gelap di Korea Selatan, Saudari harus mengajukan permohonan untuk mendapatkan visa ke Korea Selatan serta mendapat sponsor dari suami dalam pengajuan visa tersebut.

Seperti dijelaskan di laman resmi Ministry of Justice Republic of Korea, dalam international marriage guidance program, pihak Korea Selatan akan memeriksa kemampuan keuangan, kondisi kesehatan, catatan kriminal serta persyaratan hukum untuk pasangan tersebut dapat menikah. Bila ditemukan masalah, maka pengajuan visa akan ditolak.

Pemerintah Korea Selatan (Republic of Korea/RoK) mendukung adanya pernikahan beda kewarganegaraan yang disebut dengan multicultural family melalui Support For Multicultural Families Act Tahun 2008. Pengaturan soal perkawinan dan keluarga di Korea Selatan merupakan kewenangan dari Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga (Ministry of Gender Equality & Family). Untuk wanita yang menjadi imigran di Korea Selatan, akan diberikan pendidikan bahasa Korea dan pengenalan budaya agar mudah beradaptasi dan mencegah menjadi korban diskriminasi sosial di Korea Selatan.

Lebih jauh mengenai informasi keimigrasian sesuai yurisdiksi wilayah di Korea Selatan dapat disimak disini. Bagi wanita warga negara selain Korea Selatan yang telah menikah dengan laki-laki warga negara Korea Selatan dapat mengajukan izin tinggal tetap (permanent residence) setelah tinggal di Korea Selatan lebih dari 2 tahun.

Jadi, sebelum menikah, pasangan Saudari harus melaksanakan international marriage guidance program di Kantor Imigrasi di Korea Selatan. Setelah selesai melaksanakan program tersebut barulah dapat melangsungkan perkawinan dan menjadi sponsor dalam pengajuan visa untuk Saudari agar bisa tinggal di Korea Selatan. Pengurusan imigrasi ke Korea Selatan harus dilakukan di kantor imigrasi sesuai yurisdiksi wilayah dimana Saudari dan suami akan tinggal. Dan suami Saudari yang menjadi sponsor pengajuan visa dan selama Saudari tinggal di Korea Selatan.

77 Fakta Unik di Negara Korea Selatan
Posted by Titi-Share ~ Christian ^^, at 18:48
Inilah beberapa fakta unik dari negara Korea Selatan. Korea Selatan akhir2 ini sedang marak di Indonesia, seperti girlband, noyband dan masih banyak lagi. Nah kali ini Titi-Share akan memberi tahu apa saja sih hal-hal unik dari negara ini? Berikut fakta unik seperti yang dikutip dari korenchingu.

Cekidot🙂

1. orang Korea suka makan bawang putih karna dipercaya dapat menetralkan darah
hampir sama dengan orang Indonesia ya..

2. Orang korea jarang makan dengan tangan karna dianggap kurang sopan.
buat sebagian orang Indonesia, makan dengan tangan lebih nikmat :p

3. Sekarang di Korea tidak ada ujian penentuan kelulusan untuk pelajar. Di Korea, 2 minggu sebelum ujian, perpustakaan penuh oleh para pelajar yang ingin belajar.
hm.. yg ini patut dicontoh
4. Di Korea, Jika dosen terlambat walau hanya 2 menit, maka dosen akan segera meminta maaf kepada mahasiswanya.
nah, ini harus dicontoh untuk para dosen di Indonesia..

5. Semua mahasiswa korea diwajibkan untuk cuti selama 1 semester atau lebih selama menjadi mahasiswa.
kalau mahasiswa di Indonesia, ga usah disuruh pasti mau..

6. Di Korea, Kimchi dipercaya dapat menambah selera makan
Kimchi dapat mencegah kanker.
Kimchi banyak dibuat dari sawi putih dan lobak
Kimchi memiliki kadar serat tinggi namun rendah kalori
Kimchi masuk kedalam 5 makanan tersehat di dunia versi Majalah Health Magazine.
boleh dicoba nih!
7. Saat berfoto, orang korea lebih suka mengatakan ‘kimchi’ daripada ‘cheese’.
kalau orang Indonesia, bilang ‘bayaaam’ :p

8. Di Korea, search engine Google dan Yahoo kurang begitu populer.
Disini google dan yahoo adalah sahabat dalam mencari tugas ;p

9. Orang Korea lebih suka search engine lokal seperti Daum http://www.daum.net/.
yang lokal kurang laku di Indonesia -_-

10. Bahasa gaul remaja korea lebih cenderung berbentuk singkatan seperti Amigo, salah satu judul lagu SHINee.
orang Indonesia sih jagonya buat singkatan ;p

11. Amigo adalah singkatan dari: Areumdaun Minyeorueljoahamyeon Gosaenghanda (Hati Jadi Sakit Ketika Kamu Jatuh Cinta Dengan Si Cantik).
mungkin setara dengan ‘elo gue end’ kali ya hhee

12. Di Korea ada hantu nakal yang disebut Dokkaebi, sejenis tuyul. Mempunyai satu tanduk di kepalanya dan selalu membawa tongkat ajaib.
tuyul sih jadi artis di Indonesia hehe

13. Orang Korea suka makan mie di panci karna kalau dipindah ke tempat lain berasa kurang panas dan itu sudah jadi kebiasaan.
bisa diomelin kalau makan dipanci :p

14. Orang Korea dibebaskan untuk memilih agama masing-masing. Bahkan orang korea juga boleh untuk tidak memiliki/menganut agama apapun. Jumlah penduduk korea selatan yang belum/tidak memiliki agama sekitar 46,5%.
Ini mungkin bentuk kebebasan beragama ya..

15. Orang Korea biasanya makan dengan duduk dibantal (tanpa kursi) pada meja yang rendah dengan posisi kaki menyila.
kalau kita lesehan mungkin..

16. Hallyu atau Korean Wave adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea di berbagai negara di dunia.
suatu saat kita harus bisa menyebarkan budaya Indonesia

17. Perusahaan TV Korea mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi drama & beberapa diantaranya yang sukses diekspor ke luar negeri.
Ini patut dicontoh untuk perfilman Indonesia

18. Marga Kim adalah marga yang paling banyak dipakai di Korea.
Setara dengan Nasution mungkin ya..

19. Bahasa Korea diakui sebagai bhsa paling logis di dunia karena konsonan & vokal mudah dibedakan. Terutama konsonan menunjuk lokasi bibir, mulut & lidah.
waduh.. berarti bahasa Indonesia bisa jadi bahasa termudah karena ga perlu ‘tenses’

20. Rain adalah penyanyi korea pertama yang mengadakan konser internasional di Madison Square Garden.
di Indonesia kita punya Anggun, Agnes Monica..

21. Di Korea Selatan ada EBS (Educational Broadcasting System) untuk membantu siswa belajar. Seperti TVE di Indonesia.
TVE? saya sendiri ga tau itu -__-

22. Lokasi syuting serial/film Korea kebanyakan mengambil tempat-tempat wisata di korea sekaligus untuk mempromosikannya.
ini layak dicontoh, karena kita punya banyak temapt wisata yg indah

23. Pemilihan soundtrack untuk serial/film korea sangat penting, bahkan semua pihak ikut terlibat untuk menentukan apakah layak/tidak.
Indonesia masih harus belajar untuk yang satu ini..

24. Banyak serial/film korea yang meng-adaptasi komik/novel dan sangat sukses
Serial korea banyak digemari karna jalan cerita yang fokus dan jumlah episode yang tidak terlalu banyak.
di indonesia sinetron malah panjang banget episodenya dan kadang jadi ngaur

25. Saat ujian akhir di korea banyak keluarga yang menyemangati anaknya agar bisa lulus dengan baik.
Patut dicontoh untuk para orang tua di Indonesia

26. 76% wanita korea berumur 20-30tahun sudah melakukan operasi plastic.
wah, yg ini jangan dicontoh.. kita harus mensyukuri pemberian Tuhan

27. 25% ibu-ibu di korea menyuruh anaknya yang masih berumur 12-16 tahun untuk operasi plastic.
Ini juga jangan dicontoh ya

28. 95% orang korea yang punya lipatan di kelopak mata adalah hasil operasi plastik semua.
Nah, bersyukurlah yang memiliki mata belo

29. Di Korea Selatan ada 1200 ahli bedah plastik, namun jumlah itu dianggap masih kurang banyak.
waaaduuhh.. indonesia butuh 1200 dokter umum lagi mungkin ;p

30. Rata-rata orang korea menghabiskan 30% penghasilannya untuk operasi plastik
Dalam sebuah jajak pendapat, 70% pria juga menginginkan operasi plastic.
Jangan ya, lebih baik menabung

31. Wanita korea banyak yang mengubah mata mereka menjadi lebih besar dengan operasi plastic.
beruntunglah para wanita Indonesia

32. Operasi plastik adalah hal yang wajar di korea, jadi bukan masalah jika banyak artis yang melakukan operasi plastic.
kalau disini bisa masuk infotaiment selama sebulan -__-

33. Wanita korea yang operasi plastik paling banyak menginginkan wajah seperti Song Hye Gyo.
Mungkin disini setara sama Dian Sastro kali ya hehe

34. Biaya operasi plastik di korea lebih murah 50% dibanding Jepang.
lebih murah dari biaya kesehatan di Indonesia ga ya?

35. 40% pengunjung klinik operasi plastik adalah pria.
Pria Indonesia adakah yang berminat? hehe

36. Rata-rata pria korea mengoperasi bagian mata agar menjadi lebih besar. Ada juga pria korea yang operasi plastik untuk mengecilkan payudaranya.
ih wooww.. no comment ah~

37. Berdasarkan survei, pria korea yang melakukan operasi plastik rata-rata ingin mukanya seperti Jang Dong Gun.
Di Indonesia siapa?

38. Batas remaja korea yang melakukan operasi plastik diatas 14 tahun.
masih terlalu kecil banget ya

39. Remaja di korea lebih suka hadiah ulang tahun berupa operasi plastik ketimbang mobil/sejenisnya.
sayang banget ya hadiah ulang tahunnya malah menyiksa

40. Selain disebut sebagai Negeri Ginseng, Korea juga disebut sebagai Republic of Plastic Surgery.
ini sih jangan diragukan lagi

41. Negara yang ingin menyaingi korea dalam hal operasi plastik adalah Thailand. Bahkan thailand membuat wisata sambil operasi plastic.
wooooww.. Indonesia jangan ikutan yaaa…

42. Korea Selatan adalah negara yang paling maju dan inovatif untuk urusan bedah plastic.
antara salut sama miris sebenernya..

43. Di Majalah Korea banyak iklan tentang operasi plastik dan itu adalah hal yang biasa.
semacam kayak lowongan kerja dikoran kali ya?

44. 50% wanita berumur 20tahun di Korea Selatan pernah menjalani operasi plastik
Saat liburan panjang sekolah biasanya banyak pelajar korea yang melakukan operasi plastic.
ini jangan dicontoh

45. Orang korea jarang mempermasalahkan apakah idolanya melakukan operasi plastik atau tidak.
beda banget sama di Indonesia

46. Tempat operasi plastik sangat gampang ditemukan di Korea Selatan.
mungkin lebih gampang daripada nyari tempat sampah di Indonesia ;p

47. Artis korea melakukan operasi plastik adalah hal yang wajar dan biasa saja di korea.
beda urusan kalau di Indonesia

48. Banyak orang tua di korea yang menyuruh anaknya untuk operasi plastic.
jangan dicontoh!

49. Pohon pinus adalah pohon cinta bagi orang Korea karena mengandung filosofi cinta yang kokoh, lurus dan tak pernah berakhir.
disini apa ya?

50. Pulau Nami adalah pulau buatan yang dijadikan lokasi syuting serial korea terkenal Winter Sonata.
ga usah buat pulau juga udah berlimpah pulau di Indonesia

51. Untuk mengelilingi Pulau Nami hanya dibutuhkan waktu 2 jam dengan berjalan kaki.
wooo kecil bgt ya..

52. Banyak serial korea yang melibatkan pohon pinus.
setara dengan rumah mewah mungkin..

53. Rata-rata artis korea bunuh diri dengan cara menggantung dirinya.
kasian ya jangan dicoba!

54. Pemerintah Korea membuka kantor konsultasi untuk pengidap depresi agar dapat mengurangi tren bunuh diri.
miris banget

55. Artis korea tidak terlalu jaim ketimbang artis lokal d sini.
hahahaha

56. Salah satu penyebab bunuh diri di korea adalah faktor ekonomi juga, Banyak pelajar korea yang stress dan akhirnya bunuh diri karena jam belajar di korea terlalu panjang.
jangan dicontoh!

57. Bunuh diri merupakan penyebab kematian pertama bagi pria korea antara usia 18 – 35 tahun.
jangan dicontoh!

58. Ada situs bunuh diri di korea, dimana pengunjungnya chatting dan bertemu untuk bunuh diri bersama.
astagfirullah.. jangan dicontoh!

59. Banyak juga remaja korea yang depresi mengikuti idolanya untuk bunuh diri sebagai jalan keluar.
jangan dicontoh!

60. Beberapa cara bunuh diri di korea adalah melakukan perjanjian di internet kemudian bertemu untuk bunuh diri bersama.
jangan dicontoh! bunuh diri kok janjian -_-

61. Sekitar 36 orang korea bunuh diri setiap harinya dan penyebabnya kebanyakan depresi.
harus banyak sabar dan bersyukur..

62. Pemerintah korea banyak menutup kurang lebih 250 situs untuk perjanjian bunuh diri pada tahun ini.
setara mungkin dengan pemerintah Indonesia yang menutup situs porno..

63. Orang korea jika berbuat salah akan segera mengakuinya dengan cepat dan jujur.
ini harus dicontoh!

64. Orang korea suka meminum kopi luwak dari Indonesia.
kita bangga seharusnya

65. Ada jenis cumi-cumi yang dimakan hidup-hidup oleh orang Korea. Kita masih bisa merasakan tentakelnya bergerak-gerak dimulut kita.
gimana rasanya ya?

66. Agar terkesan sopan, orang Korea menyebut ‘Istri’, ‘Anak’, ‘Rumah’, dengan akhiran kata ‘Kami’.Cth: ‘Istri kami sedang tidur’.
kami? itu kan bentuk jamak ya?

67. Siswa di korea tidak ada yang merokok karna apabila ketahuan akan langsung dikeluarkan.
ini harus banget dicontoh!

68. Di korea rata-rata handphone tidak menggunakan sim-card melainkan CDMA.
jadi ga repot ganti nomor..

69. SMK di korea tidak ada Ujian Nasional karena lebih berfokus kepada kemampuan produktif/keahlian.
ini sebenarnya bagus untuk dicontoh..

70. Orang korea memiliki sikap disiplin yang tinggi.
ini harus dicontoh!

71. Orang korea suka ngomong aigoo.
setara dengan ‘duuh’ kali ya..

72. Ada beberapa sekolah di korea yang jam belajar-nya 15jam per hari.

73. Orang korea jarang mandi kalo lagi musim dingin.

74. Warga Korea Selatan dinobatkan sebagai warga paling stress di dunia karena kerasnya kehidupan di sana sehingga banyak yang mati bunuh diri.

75. Orang korea biasa makan yang panas-panas.

76. Orang korea jarang menyimpan dendam dihati.

77. Orang korea sudah terbiasa dengan antri dan tidak berisik.

Lokasi

Korea yang terdiri dari semenanjung serta 3200 buah pulau yang besar dan kecil, terletak di bagian timur laut dari benua Asia. Korea tereletak bersebelahan dengan wilayah laut, Rusia dan Cina dari arah ke utara, serta berhadapan dengan Jepang dari arah selatan.

Lokasi di garis Lintang Utara dan Bujur Barat

Korea berada di semenanjung sebelah Selatan Benua Asia Timur, yaitu pada garis Lintang Utara 33°-38° dan 124°-132° Bujur Timur.
Teritorial
Undang-Undang Republik Korea menetapkan semenanjung Korea dan pulau-pulau miliknya sebagai teritorial Republik Korea.
Luas Wilayah

Total Luas Semenanjung Korea : 222 ribu 300㎢
Luas Teritorial Korea Selatan : 99 ribu 600㎢ (45% dari total luas Semenajung Korea)
Cirikhas Bentuk Geografis

Negara Korea berbentuk semenanjung yang memanjang dari utara ke selatan, namun jarak dari timur ke barat lebih panjang apabila pulau-pulau yang kecil juga dimasukkan. Panjang semenanjung Korea lebih kurang 840km dari selatan ke utara dan 1.200km dari timur ke barat.
Korea terdiri dari bukit-bukit dan gunung-gunung yang mengelilingi hampir 75% dari kawasannya.
Bukit-bukit rendah menjadi ciri utama di daerah selatan dan barat, serta gunung-gunung yang lebih tinggi terdapat di daerah timur dan utara.
Gunung dan Sungai

Gunung yang paling tinggi di seluruh semenanjung Korea, adalah Gunung Baekdu(2.744m), sedangkan Gunung Hanla(1.950m) paling tinggi di Korea Selatan.
Sebagian besar sungai-sungai di Korea mengalir dari timur ke barat.
Sungai yang paling panjang di seluruh semenanjung Korea, adalah Sungai Amnok(790,7km) dan sungai yang paling panjang di Korea Selatan adalah Sungai Nakdong(525,15km). Selain itu, sejumlah sungai memiliki panjang melebihi 400km, seperti Sungai Duman (431,1km) dan Sungai Daedong(450,3km) di Korea Utara, dan Sungai Han(514,4km) dan Sungai Geum(401,4km) di Korea Selatan.
Garis Perbatasan

Sungai Amnok dan Duman memisahkan semenanjung Korea dari Cina dan Rusia di utara.
3 bagian semenanjung Korea berhadapan dengan laut, yakni dengan Jepang di Laut Timur, dengan Cina di Laut Barat dan dengan samudera Pasifik di Laut Selatan.

Mahkamah Agung Korea Selatan memerintahkan negara membayar ganti rugi ratusan keluarga yang dicurigai aktivis sayap kiri dan tewas ditangan tentara selama perang melawan Korea Utara.
Pemerintah Korea Selatan menyebut mereka simpatisan Korea Utara.
Berita terkait
Kepala negara Korea Utara akan melawat ke Iran
Hukuman pebulutangkis Korsel dipangkas
Kunjungan ke kuil perang membuat negara tetangga Jepang marah
Link terkait
Topik terkait
Korea
Keluarga para aktivis itu mengatakan mereka ditahan dan dieksekusi tanpa pengadilan yang layak.
MA menolak alasan pemerintah Korea Selatan bahwa mereka tidak lagi bertanggung jawab atas apa yang terjadi lima puluh tahun lalu.
MA meminta pemerintah membayar 40 juta won (US$30.000) untuk setiap keluarga dari 492 keluarga yang mengajukan tuntutan kepada negara.
“Kami percaya… bahwa argumen pemerintah tentang pembatasan adalah penyalahgunaan hak,” kata MA dalam ketetapan yang mengukuhkan keputusan sebelumnya oleh Pengadilan Tinggi Seoul.
‘Tragedi besar’
Setelah pecahnya Semenanjung Korea tahun 1948, pemerintah Korea Selatan membentuk organisasi antikomunis dan memaksa ribuan aktivis sayap kiri dan seniman bergabung dalam kampanye mereka.
Setelah Perang Korea pecah tahun 1950, banyak anggota organisasi yang ditahan pemerintah karena dikhawatirkan mereka bekerjasama dengan Korea Utara.
Paling tidak 4.900 di antara mereka dipastikan tewas oleh polisi atau tentara selama konflik itu, menurut penyelidikan khusus oleh Seoul yang dilakukan dari tahun 2007 sampai 2009.
Sekitar 400 anggota ditahan tahun 1950 dan ditembak mati.
Keluarga korban mengajukan tuntutan kepada negara tahun 2009 dengan mengatakan pemerintah menahan dan mengekusi mereka tanpa alasan jelas.
Mendiang presiden Roh Moo-Hyun meminta maaf secara resmi tahun 2008 kepada ribuan korban dan kematian mereka ia sebut “tragedi besar dalam sejarah modern bangsa.”
Ads Powered by:KumpulBlogger.com
Welcome to Kamar Asik

HomePasang iklan
Tuesday, October 9, 2012
Ternyata Slogan Negara Korea Selatan Terinspirasi Dari Al-qur”an !!

Pada tahun 1970an, Presiden Korea Selatan Park Chung Hee berkunjung keIndonesia, tepatnya ke serambi Mekkah, atau Aceh. Pada waktu itu ada kunjunganbilateral antara Indonesia dan Korea Selatan. Pada suatu hari yang tidak sibuk,pak presiden Korea Selatan ini berkunjung ke salah satu masjid yang ada diAceh, yaitu masjid Baitturahman. Pada saat itu juga beliau merasa tertarik padasatu ayat Alquran yang dipajang di salah satu dinding masjid. Beliau bertanyakepada salah satu pengurus masjid, “Artinya apa ?”, ” Innallaahlaa yughoyyiru maa biqoumin, hatta yughoyyiru maa bi anfusihim” yangartinya Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaumitu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka (QS 13 : 11).

Sang presiden terkejut dan merasa kagum dengan ayat tersebut, walaupunpresiden bukan seorang muslim tapi beliau sangat terkagum-kagum mendengar satupotongan ayat tersebut. Lalu sang presiden bertanya lagi pada pengurus masjid,”Bolehkah saya bawa ke negara saya ?”, pengurus masjid berkata,”tentu saja boleh”.

Jadilah ayat tersebut dibawa ke Korea Selatan dan dijadikan slogan resminegara ini. ” Tuhan tidak mengubah keadaan Korea Selatan, sampai rakyatKorea Selatan yang mengubah keadaannya sendiri”. Padahal hanya satuayat, tapi luar biasa mampu merubah satu bangsa Korea Selatan sampai sekarang.

10.9%
Islam

0.1%
Agama lain

0.7%
Buddha Won

0.3%
Konfusianisme

0.2%
Cheondoisme

0.1%
Seokguram Grotto di kuil Bulguksa, salah satu Situs Warisan Dunia
Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau atheisme. Buddha adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea Selatan dengan 10.7 juta penduduk. Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen Protestan dan Katolik Roma. Gereja Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan ada 45.000 warga Muslim Korea dengan 100.000 orang pekerja yang dari luar negeri yang berasal dari negara Muslim.
[sunting]Olahraga

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Olahraga di Korea Selatan
seorang praktisi taekwondo memperagakan teknik dollyo chagi
Sepak bola, basket, bulu tangkis, dan baseball adalah beberapa olahraga terpopuler di kalangan masyarakat Korea Selatan. Di bidang sepak bola, tim nasional Korea Selatan telah berhasil menembus babak kualifikasi Piala Dunia FIFA selama 8 kali berturut – turut dan merupakan rekor terbanyak di Asia. Baseball merupakan olahraga dengan jumlah spektator yang banyak, para pemilik klub baseball biasanya adalah para chaebol Korea Selatan. Tim baseball Korea Selatan berhasil meraih medali emas di Olimpiade 2008. Bulu tangkis telah menjadi perhatian para masyarakat terutama sejak banyak para pemain Korea Selatan yang menang dalam tingkat internasional.[65]
Taekwondo adalah olahraga asli dari Korea yang berkembang dengan pesat dan menjadi olahraga resmi pada Olimpiade sejak tahun 2000 di Sydney, selain itu Korea juga memiliki beberapa macam olahraga bela diri lainnya seperti taekkyeon, hapkido, tang soo do, kuk sool won, kumdo dan subak.[66]
Selain sukses dengan pengembangan olahraga aslinya, Korea Selatan juga berhasil menjadi tuan rumah berbagai perhelatan acara olahraga akbar. Pada tingkat Asia, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah Asian Games tahun 1986 di Seoul, 2002 di Busan, dan akan kembali menjadi tuan rumah pada 2014 di Incheon.[67] Pada tingkat internasional, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 1988 di Seoul dan bersama dengan Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2002.
Prestasi olahraga Korea Selatan terus meningkat. Korea Selatan menempati urutan keempat perolehan medali saat menjadi tuan rumah Olimpiade Seoul 1988, serta menjadi satu-satunya tim Asia yang berhasil menembus babak semifinal pada Piala Dunia FIFA 2002 yang diselenggarakan di Korea Selatan dan Jepang.
Pada tahun 2010, Korea Selatan menjadi tuan rumah untuk balap mobil F1 di Yeongnam untuk pertama kalinya.

Mengungkap negara Korea Selatan

Menganalisis kedudukan UUD 1945 NKRI

This slideshow requires JavaScript.

Kelas: X

Kelas: X
Semester : II
SK:Menganalisis Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi
KD : 4.3.Menganalisis kedudukan Pembukaan UUD 1945 NKRI
Indikator :
1) Mengidenstifikasi Konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia.
2) Mendiskripsikan Pokok –pokok pikiran yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
3) Mengemukakan makna setiap alinea dari pada Pembukaan UUD 1945.
4) Menganalisis Kedudukan Pembukaan UUD 1945.

A. Pembukaan UUD 1945.
Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksana kan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Hakekat Pembukaan UUD 1945
1. Pembukaan UUD 1945 merupakan pernyataan kemerdekaan yang terperinci, dengan memuat pokok-pokok pikiran tentang adanya cita-cita luhur. Hal ini menjadi semangat pendorong ditegakkannya kemerdekaan dalam bentuk negara Indonesia merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur, dengan berdasarkan asas kerohanian Pancasila.
2. Pembukaan UUD 1945 sebagai pokok kaidah fundamental negara, dalam hukum memiliki kedudukan yang tetap, kuat dan tidak berubah. Hal ini terletak pada kelangsungan hidup negera yang telah dibentuk dengan proklamasi kemerdekaan sebagai satu rangkaian kesatuan organik dalam kesatuan negara Republik Indonesia.
3. Pembukaan UUD 1945 menurut hierarki tertib hukum, adalah peraturan yang tertinggi merupakan dasar hukum diadakannya UUD negara, sehingga terjalin adanya hubungan kausal-organik antara Pembukaan UUD 1945 dengan pasal-pasalnya.

B. Pokok pikiran pembukaan UUD 1945.
 Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 Negara yang berkedaulatan berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan.
 Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
C. Kedudukan pembukaan dalam UUD 1945
 Dalam hubungan dengan tertib hukum Indonesia, maka pembukaan mempunyai kedudukan yang terpisah dari batang tubuh UUD.
 Dalam hubungan dengan kedudukan pembukaan sebagai pokok kaidah negara yang fundamentil, maka pembukaan mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada batang tubuh UUD.
Dengan perkataan lain :
 Pembukaan merupakan tertib hukum tertinggi dan terpisah dari batang tubuh UUD.
 Pembukaan merupakan pokok kaidah negara yang fundamentil yang menentukan adanya UUD itu
 Pembukaan terbawa oleh kedudukannya sebagai pokok kaidah negara yang fundamentil, mengandung pokok-pokok pikiran yang oleh UUD harus diciptakan/dituangkan dalam pasal-pasalnya

D. Makna setiap alinea dalam pembukaan.
Alinea I
 makna objektif (universal), yaitu kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan
 makna subjektif (tekad yang tumbuh dari bangsa Indonesia), yaitu menghapuskan penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

ALINEA III
► Pernyataan kemerdekaan Indonesia yang didorong oleh nilai luhur bangsa yang bermartabat dan mempunyai harga diri sebagai bangsa yang sederajat dengan bangsa lain di dunia.
► Motivasi spiritual religius, yaitu pengakuan bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan rahmat Allah, bukan semata-mata usaha manusia atau rakyat dan bangsa Indonesia.
ALINEA IV
1.Tujuan negara, yaitu :
− melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
− memajukan kesejahteraan umum,
− mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
− ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
2.Ketentuan akan adanya undang-undang dasar : “ ……… maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu Undang-undang dasar …….. ”
3.Asas politik negara, yakni asas politik dalam negeri berkedaulatan rakyat : “ ……. Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat …… “. Sedangkan asas politik luar negeri adalah bebas aktif.
4. Asas kerohanian negara, yakni Pancasila : “ …… yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia …….. “

 

 
Semester : II
SK:Menganalisis Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi
KD : 4.3.Menganalisis kedudukan Pembukaan UUD 1945 NKRI
Indikator :
1) Mengidenstifikasi Konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia.
2) Mendiskripsikan Pokok –pokok pikiran yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
3) Mengemukakan makna setiap alinea dari pada Pembukaan UUD 1945.
4) Menganalisis Kedudukan Pembukaan UUD 1945.

A. Pembukaan UUD 1945.
Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksana kan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hakekat Pembukaan UUD 1945
1. Pembukaan UUD 1945 merupakan pernyataan kemerdekaan yang terperinci, dengan memuat pokok-pokok pikiran tentang adanya cita-cita luhur. Hal ini menjadi semangat pendorong ditegakkannya kemerdekaan dalam bentuk negara Indonesia merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur, dengan berdasarkan asas kerohanian Pancasila.
2. Pembukaan UUD 1945 sebagai pokok kaidah fundamental negara, dalam hukum memiliki kedudukan yang tetap, kuat dan tidak berubah. Hal ini terletak pada kelangsungan hidup negera yang telah dibentuk dengan proklamasi kemerdekaan sebagai satu rangkaian kesatuan organik dalam kesatuan negara Republik Indonesia.
3. Pembukaan UUD 1945 menurut hierarki tertib hukum, adalah peraturan yang tertinggi merupakan dasar hukum diadakannya UUD negara, sehingga terjalin adanya hubungan kausal-organik antara Pembukaan UUD 1945 dengan pasal-pasalnya.

B. Pokok pikiran pembukaan UUD 1945.
 Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 Negara yang berkedaulatan berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan.
 Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
C. Kedudukan pembukaan dalam UUD 1945
 Dalam hubungan dengan tertib hukum Indonesia, maka pembukaan mempunyai kedudukan yang terpisah dari batang tubuh UUD.
 Dalam hubungan dengan kedudukan pembukaan sebagai pokok kaidah negara yang fundamentil, maka pembukaan mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada batang tubuh UUD.
Dengan perkataan lain :
 Pembukaan merupakan tertib hukum tertinggi dan terpisah dari batang tubuh UUD.
 Pembukaan merupakan pokok kaidah negara yang fundamentil yang menentukan adanya UUD itu
 Pembukaan terbawa oleh kedudukannya sebagai pokok kaidah negara yang fundamentil, mengandung pokok-pokok pikiran yang oleh UUD harus diciptakan/dituangkan dalam pasal-pasalnya

D. Makna setiap alinea dalam pembukaan.
Alinea I
 makna objektif (universal), yaitu kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan
 makna subjektif (tekad yang tumbuh dari bangsa Indonesia), yaitu menghapuskan penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

ALINEA III
► Pernyataan kemerdekaan Indonesia yang didorong oleh nilai luhur bangsa yang bermartabat dan mempunyai harga diri sebagai bangsa yang sederajat dengan bangsa lain di dunia.
► Motivasi spiritual religius, yaitu pengakuan bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan rahmat Allah, bukan semata-mata usaha manusia atau rakyat dan bangsa Indonesia.
ALINEA IV
1.Tujuan negara, yaitu :
− melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
− memajukan kesejahteraan umum,
− mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
− ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
2.Ketentuan akan adanya undang-undang dasar : “ ……… maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu Undang-undang dasar …….. ”
3.Asas politik negara, yakni asas politik dalam negeri berkedaulatan rakyat : “ ……. Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat …… “. Sedangkan asas politik luar negeri adalah bebas aktif.
4. Asas kerohanian negara, yakni Pancasila : “ …… yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia …….. “

Penyakit Vertigo

 

 

Penyakit vertigo adalah penyakit yang dengan ciri-ciri atau tanda perasaan berputar (kepala berputar) yang membuat penderita keseimbangannya terganggu. Penyakit vertigo berbeda dengan jenis sakit kepala lain, karena ini adalah yang paling berat karena yang diserang adalah syaraf keseimbangan. Bisa dibayangkan jika syaraf keseimbangan terganggu. Untuk jenis rasa penyakit vertigo ini ada 2, vertigo disertai rasa sakit & tanpa rasa sakit. Vertigo diserai rasa sakit adalah vertigo yang menandakan ada kerusyakan syaraf, ketegangan syaraf di kepala. Rasa sakit ini terlihat ketika seseorang baru bangun dari duduk, atau baru bangkit dar tidur, maka vertigo muncul (kambuh). Sedang vertigo tanpa rasa sakit juga banyak terjadi, hanya keseimbangan yang benar, benar terganggu. Yang saya jumpai vertigo tanpa rasa sakit ini banyak diderita oleh mereka yang sudah usia diatas 50 tahun.

Dampak vertigo lebih besar dari jenis penyakit lain, contoh diantara orang yang saya temui adalah ketika mereka beraktifitas, tiba-tiba vertigo kambuh, maka yang terjadi bisa fatal. Ada yang naik mobil, tiba-tiba vertigo kambuh, maka bisa nabrak, ada yang naik motor bisa lebih gawat lagi, karena bisa ambruk. Tapi ada penyakit vertigo yang tidak cepat kumat, yaitu ada tanda-tanda vertigo yang muncul sebelumnya, sehingga penderita bisa langsung siap-siap terlebih dahulu sebelum vertigo itu datang.

  • Penyebab Penyakit Vertigo

Untuk jenis Penyebab Penyakit Vertigo, saya ambil dari 4 orang yg datang. Mulai Usia 33, 43, 56, 67 tahun. Untuk penderita vertigo usia 33 tahun, penyebab sakit vertigo nya adalah karena ketegangan kerja, strees, tekanan kerja. Maka kalau penyebabnya ketegangan, vertigo ini akan ada rasa sakitnya. Dan Alhamdulillah 1x datang terapi sudah sukses. Untuk penderita vertigo usia 43 tahun ini adalah seorang Trainer yang sibuk. Seringnya tugas keluar kota, padatnya tugas membuat istirahat kurang. Tenaga di forsir sehingga otak kehabisan oksigen, maka syaraf keseimbangan yang kena, dan membuat beliau pingsan dan masuk ruang RS (opname). Memang kerja itu boleh, tapi jika kerja melebihi kekuatan tubuh, yang terjadi adalah mendzolimi tubuh itu sendiri.

Cara Mengatasi Penyakit Vertigo

Untuk mengatasai vertigo ini pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging) dapat dimanfaatkan untuk mengungkap apakah mengalami gangguan pada pembuluh darah otak. Memang, dengan obat pelancar aliran darah gangguan akan segera teratasi sambil terus dipantau apakah gangguan masih kambuh.

Vertigo paling berat jika disebabkan adanya tumor pada otak kecil atau dekat organ telinga. Vertigo yang dirasakan sesuai dengan pertumbuhan tumor. Semakin besar tumor semakin berat rasa sakitnya. Adakalanya diikuti dengan gejala telinga mendengung. Sebagai upaya penanggulangan satu-satunya cara operasi dan penyinaran untuk menyingkirkan tumor.

Namun, adakalanya penyakit vertigo hanya disebabkan oleh stres. Meski penderita mengalami gejala kepala berputar tujuh keliling dan bahkan sampai muntah-muntah, namun begitu stres dapat ditanggulangi vertigo pun menghilang. Vertigo pada umumnya bukan gangguan kesehatan serius.

Apabila terserang vertigo, lakukan hal-hal berikut:

1. Beri minuman manis hangat.

2. Jika serangannya parah, boleh diberi obat penenang atau obat anti muntah .

3. Cari diagnosa dan penyebab pastinya. Gejala vertigo bisa hilang, namun bila dibiarkan bisa semakin parah.

Metode Pembelajaran Kooperatif

 Metode Pembelajaran Kooperatif

Menurut Slavin  pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok -kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting kelompok-kelompok kecil dengan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerjasama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi narasumber bagi teman yang lain. Jadi Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri: 1) untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar  dalam kelompok secara kooperatif, 2) kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah, 3) jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras, suku, budaya jenis kelamin yang berbeda, maka diupayakan agar dalam tiap kelompok terdiri dari ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda pula, dan 4) penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan.

Dalam pembelajaran kooperatif, dua atau lebih individu saling tergantung satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan bersama. Menurut Ibrahim dkk.  siswa yakin bahwa tujuan mereka akan tercapai jika dan hanya jika siswa lainnya juga mencapai tujuan tersebut. Untuk itu setiap anggota berkelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugasnya.

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting. Menurut Depdiknas tujuan pertama pembelajaran kooperatif, yaitu meningkatkan hasil akademik, dengan meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademiknya. Siswa yang lebih mampu akan menjadi nara sumber bagi siswa yang kurang mampu, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Sedangkan tujuan yang kedua, pembelajaran kooperatif memberi peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial. Tujuan penting ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah  untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan sosial yang dimaksud antara lain, berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.

Menurut Ibrahim, dkk. pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif untuk siswa yang hasil belajarnya rendah sehingga mampu memberikan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Cooper mengungkapkan keuntungan dari metode pembelajaran kooperatif, antara lain: 1) siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran, 2) siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, 3) meningkatkan ingatan siswa, dan 4) meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran.

Menurut Ibrahim, unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif sebagai berikut: 1) siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama, 2) siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu didalam kelompoknya, 3) siswa haruslah melihat bahwa semua anggota didalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama, 4) siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya, 5) siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok, 6) siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya, dan 7) siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara  individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

http://ipotes.wordpress.com/2008/05/10/metode-pembelajaran-kooperatif/